Sabtu, 02 Agustus 2008

PERIBAHASA DALAM BAHASA BANJAR

Oleh : Arsyad Indradi

Gabungan beberapa kata yang menjalin suatu pengertian yang bermuatan nilai – nilai tata kehidupan, nasihat, tuntunan untuk kebaikan, etika, adat istiadat, sindiran, atau pun keritik yang sifatnya membangun, umumnya disebut dengan peribahasa.

Masyarakat Banjar kaya akan peribahasa. Peribahasa yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Banjar ini adalah warisan turun temurun dari nenek moyang, dengan kata lain “ Adat Pusaka “ yang dipegang oleh orang – orang Banjar. Dan “ Pusaka Urang Bahari “ ini seyogyanyalah kita pertahankan sampai “ kamati “.

Kalau kita lihat dalam arus perkembangan zaman ini, yaitu era “ Globalisasi “, tentu sangat memperihatinkan. Sebab orang – orang Banjar sendiri telah melupakan Pusaka Urang Bahari. Masyarakat Banjar sudah meninggalkan atau tidak pernah tahu lagi khasanah Peribahasa Banjar dalam kehidupan sehari – hari.

Yang lebih memperihatinkan lagi adalah pada pihak generasi muda Banjar yang sangat tidak mengenal lagi Peribahasa Banjar. Ini disebabkan Peribahasa Banjar tidak pernah lagi diperkenalkan pada mereka baik di sekolah maupun dalam ruang lingkup komunikasi dalam keluarga. Di sekolah, ada mata pelajaran “ muatan lokal “ namun tidak jelas tujuannya. Banyak penafsisan yang berbeda tentang muatan lokal itu. Yang jelas tidak ada kejelasan “ silabus “ muatan lokal yang dimaksud. Ada beberapa guru yang akan mengajarkan Bahasa Banjar, tapi kesulitan mendapatkan literatur atau bahan rujukan tentang Bahasa Banjar. Disamping itu pula pengajarnya bukan dari etnis Banjar.

Dan eronisnya, seringkali diadakan berupa simposiom, seminar atau diskusi-diskusi tentang Bahasa Banjar khususnya Seminar Peribahasa dan Ungkapan Tradisional Bahasa Banjar, namun tampaknya hasil keputusan tersebut sekedar di atas kertas..

“ Kada usahaha babanyak – banyak pandir kalu babuang – buang liur basi aja, iyakalu julak.”

Ada beberapa Peribahasa yang dapat saya himpum dan harapan Peribahasa Banjar ini dapat diketahui oleh halayak Banjar. Setidak – tidaknya, dapat mengantisipasipengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan adat istiadat, moral , etika Indonesia khususnya Banua Banjar. Semoga *****

- Akal diakali wan pikir dipikirakan

Niscaya segala persoalan akan terpecahkan bila menggunakan akal pikiran.

- Apik – apik kalu tabarusuk

Berjalan harus hati – hati supaya jangan tersesat atau salah langkah.

- Asa dikarukut bidawang 40 ikung

Sakitnya tidak sekira

- Asal Mambawa nang Bujur atawa banar musti salamat diri

Biar kita bertada dimana saja , apakah di negeri orang , bawa sifat jujur dan baik past5i kita akan selamat.

- Awak randah sangkutan tinggi

Harus diukur kemampuan kita sendiri sebelum bertindak.

- Babubuang Liur Basi

Sesuatu pekerjaan yang tidak mendapat hasil.

- Badiri tahantuk baduduk tahantak

Serba salah, sulit mengambil keputusan karena kedua - duanya punya resiko.

- Baguna tahi larut

Sindiran pada seseorang bahwa lebih berguna orang papa

- Bagung Jadi Raja

Orang yang mumpung jadi raja memerintah sekehendakhatinya

- Bamamalaman Bapandir Kada Jadi Baras

Mengobrol sepanjang malam tapi tak ada hasilnya.

- Banyak Muntung kena Bagawi Kada Manuntung

Jangan banyak berbicara semua pekerjaan akan terbengkalai.

- Biar Ganting Tanapi Jangan Pagat

Seseuai keperluan, berhemat agar jangan kehabisan.

- Bisa – Bisa Maandak Awak

Harus pandai – pandai membawa diri bila berada di negeri orang.

- Bujur Pandiam Sakali baucap Luputha pulang

Sindiran bagi orang yang berpura – pura pintar tetapi bodoh.

- Bulu Batis Gin Karik

Orang yang tidak pandai menggunakan harta yang banyak akhirnya habis.

- Cancut Naik ka Sampiran

Orang yang tercela tiba-tiba menduduki suatu jabatan penting.

- Cubik Ramuk Bulanai Pacah

Orang yang selalu beruntun mendapat musibah

- Dalas Jadi Harang Jadi Habu Manyarah makaam Kada

Pantang menyerah walau pun akhirnya kalah

- Diandak ka bahu Handak ka Kapala

Orang yang tak tahu diri. Sudah diberi kedudukan yang baik mau lebih tinggi lagi.

- Diandak ka Bahu handak ka Kapala , di andak ka Kapala pas manjajak

Sudah diberi kedudukan lebih tinggi dari yang memberi tetapi yang memberi di tekannya.

- Dibari Daging HandakTulang

Diberi perjaan yang mudah pengen yang lebih berat.

- Ditinggal Manawak,dibawa malinggang

Orang yang selalu mengganggu ketentraman orang lain.

- Dimamah dahulu Hanyar ditaguk

Jangan percaya pada orang yang menjanjikan sesuatu, tapi diteliti dahulu buruk baiknya.

- Dimana handak bahira disitu mancari luang

Suatu pekerjaan harus dipikirkan masak - masak, jangan tanpa persiapan yang matang

- Dipandir Mati Abah kada dipandir Mati Uma

Keadaan serba salah, sulit menentukan pilihan karena keduanya mengandung akibat ( buah simalakama )

- Diulah baju kagubihan diulah salawar kahalusan

Kiasan kepada orang yang serba tanggung.

- Guyang Tungkat Takana Dahi

Menyalahkan orang lain justru mengenai dirirnya sendiri ( bumerang ).

- Hadupan manyalak Kada Maigut

Orang yang hanya pintar menggertak atau mengancam tapi tak terbukti.

- Halus-halus lumbuk parawit

Walau pun orang itu kecil tapi luar biasa kuatnya.

- Hanyar Tasusur Pinggir Tapih

Agar kita jangan lupa pada hal-hal yang kecil yang dapat membahayakan diri kita.

- Hati - hati jangan tabarusuk pandir

Berbicara harus berhati - hati sajangan mencelakakan diri sendiri atau orang tersinggung

- Hati – hati Tarumpak Tunggul

Peringatakan agar berjalan hati – hati jangan ssalah langkah.

- Hundang Bapadah Ratik

Orang yang suka merendah atau tidak sombong.

- Iya Kandang Iya Babi

Orang yang diberi kepercayaan tapi berkhianat.

- Imbah Gugur Tatindih Tangga

Orang mendapat musibah yang beruntun.

- Imbah Satabul Satabul Pulang

Selesai masalah yang satu muncul lagi masalah baru.

- Jangan Bacakut Papadaan

Agar jangan terjadi perselisihan sesama satu suku atau keluarga.

- Jangan mahabui mata kawan

Jangan suka menipu penglihatan teman

- Jangan mahual muntung kawan

Jangan suka menangkal pembicaraan teman

Jangan mangucik kamaluan urang

Senang mencari kesalahan orang,atau yang dipermalukan orang.

- Kadada Buriniknya sama sakali

Tidak ada lagi khabar beritanya. Diam seribu basa.

- Kada Bakukus amun Kadada Api

Tak ada kejadian kalau tidak ada penyebabnya.

- Kada kaya Kaluung

Orang yang angkuh, sombong padahal tidak sesuai dengan keadaan dirinya

- Kada kaya mamamah lumbuk balalu padas

Setelah berbuat tidak langsung terjadi akibatbya tetapi akan terjadi kemudian.

- Kada titik banyu diganggam

Orang yang terlalu kikir, tidak mau menderma.

- Kana gatahnya Haja

Hanya terkena buruknya saja. atau tidak ikut menerima hasilnya sedangkan hasilnya diambil orang.

- Kapala manyuruk buntut mahambat

Orang yang bermuka dua. Orang yang tidak bisa dipercaya.

- Karas - kartas karak imbah dibanyui lamah jua

Orang yang sifatnya keras namun bila didekati terus - menerus akan lemah juga.

- Kaya api dikubui banyu

Orang yang marah – marah tetapi ada seseorang datang lebih tua, dia akan diam seribu basa.

- Kaya dijilat naga

Habis tidak bersisa sedikit pun

- Kaya Daun Tarap Gugur Mamparapas

Pembual, banyak bicara namun tidak ada kerjanya.

- Kaya punai kakanyangan

Orang yang sudah punya duit atau sudah dikasih sesuatu, akhirnya jadi pemalas.

- Kaya mambuang kalimpanan

Begitu diobati langsung sembuh

- Kaya cacing Panggal

Orang yang tidak bisa diam selalu bergerak kesana kemari.

- Kaya diharu hantu baranak

Hasil pekerjaan yang sia - sia atau tak keruan

- Kaya kalayang pagat

Orang yang sedang berkesusahan, tiada beruntung, tak ada kerjaan, kesana kemari membawa diri, luntang lantung.

- Kaya manjuhut rambut di galapung

Menyelesaikan persoalan jangan sampai merugikan salah satu pihak.

- Kaya manimbai Batu Ka banyu

Orang yang diserahi pekerjaan tetapi orang tersebut tidak betanggung jawab dengan meninggalkan pergi tidak memberi tahu.

-Kaya Latupan Cabi

Perempuan yang suara bicaranya cepat dan nyaring.

- Kaya siput dipais

Pendiam, tidak mau banyak bicara kalau takut salah.

- Kikicak wadai gayam, mata picak dipatuk hayam

Orang yang tidak melihat situasi atau keadaan yang sebenarnya.

- Kilat dalam Banyu Gin pinandu

Orang yang dapat mengetahhui persoalan sebelum dikerjakan.

- Kukulilik di luang satu

Pekerjaan orang itu tidak mendapat kemajuan.

- Kumpai handak mangalahakan Banua

Orang yang baru datang ingin mengalahkan penduduk setempat.

- Kula – kula buhaya

Di hadapan baik padahal di belakang berhianat. Bermuka dua.

- Lambat mambanam kapas

Pekerjakaan atau masalah pikirkan baik – baik, sebab sengketa mudah terjadi.

- Lapas di muntung harimau kamuntung buhaya

Orang yang bernasib naas, selalu mengalami kerugian.

- Lindung kucing duduk

Orang yang kuat makan, rakus. Biasanya ketika ada kenduri atau selamatan.

- Mahadang buah bungur

Menunggu sesuatu yang tak tentu.

- Muha kaya Panai

Buruk rupa, jelek.

- Mahitung kasau di bubungan

Orang yang lama sakit terbaring, tidak berdaya kecuali menatap langit – langit rumah.

- Mambawa jariji sapuluh

Orang pergi tidak membawa apa – apa. Tidak punya modal.

- Manangguk di banyu karuh

Hanya mencari keuntungan diri sendiri diwaktu orang sedang berkesusahan.

- Manapak Banyu di apar

Bumerang. Terkena diri sendiri.

- Manangis kada babanyu mata

Terlalu sedih tidak ada airmata lagi yang keluar.

- Manapas muha saurang

Memperlihatkan keburukan sendiri

- Mancaluk padaringan urang

Mencampuri urusan urang lain biasanya menyangkut dalam keluarga orang.

- Mancari hundayang tadapat suluh

Rejeki yang tak disangka – sangka .

- Musang bapadah hayam

Orang jahat berpura - pura baik padahal mencelakakan

- Nang manis jangan lakas di taguk

Ucapan yang manis dari sesorang jangan selalu dipercaya.

- Nang pahit jangan lakas diluak

Walau punj nasihat itu keras dengarkan dulu, resapi dulu.

- Nang sakilan jadi sahasta, sahasta jadi sadapa

Kabar yang sepele saja menjadi berkepanjangan karena ulah mulut ke mulut.

- Ngalih mambuang batu ka palatar

Orang susah bisa diberi nasihat. Bandel. Selalu berbuat yang tidak baik.

- Ngalih marasuk pandir

Menghadapi orang yang susah diwaba berbicara atau berdiskusi.

- Nyamanai bapandir muntung kada bakuring

Enak saja berbicara kalau mulutnya tidak punya koreng

- Paaliran disambar buhaya

Harta polisi dicuri maling.Orang yang terpandang di kampung hartanya dicuri maling.

- Pahabisan burung babunyi

Tempatnya sangat jauh. Jauh sekali.

- Pamali duduk di watun

Pantangan duduk di ujung lantai rumah karena bila sudah tua sering dimarahi mertua.

- Pamali duduk di muhara lawang wayah magrib

Peringatan pada anak remaja putri agar jangan duduk di muka rumah waktu magrib karena sulit mendapat suami.

- Panas – panas tahi ayam

Pekerjaan semula aktif tetapi lama kelamaan jadi tak aktif lagi. Semula bersemangat tetapi

akhirnya menurun.

- Sakurang – kurang buhaya banyu nang malamasakan

Hati – hati pada sesuatu yang kedua – duanya mencelakakan, membuat modarat.

-Sapuluh Kali batang batindih balungka jua nang linyaknya

Biar berganti pejabat namun rakyat selalu saja mendapat kesusahan, miskin, melarat.

- Satu karja dua gawi

Sekaligus dua pekerjaan yang dikerjakan, kedua – duanya berhasil.

- Siang bapanas malam baambun

Orang yang rajin berkerja untuk keperluan hidupnya.

- Siapa nang manabuk luang inya saurang nang tabarusuk

Orang berbuat tidak baik akan dia sendiri menanggung akibatnya.

- Sudah banyak makan uyah

Biasanya pada orang yang tua usianya banyak pengalaman hidup.

- Sudah tamulai basah

Sudah terlanjur dikendaki harus diteruskan.

- Susur pinggir tapih

Intropeksi pada diri sendiri.

- Tabang nani rabah kanatu tabang natu rabah ka nani

Orang yang banyak bicara namun kerjanya sedikit sehingga tak terselesaikan juga.

- Tabuati jukung miris

Terikuti orang atau perkumpulan yang bermasalah.

- Takacak bara api

Terpegang sesuatu yang sulit.

- Tahadapi nasi tambah

Berhadapan dengan banyak pekerjaan.

- Talangkahi dangsanak tuha

Memutuskan perkara sendiri, seharusnya masih ada saudara yang lebih tua.

- Talalu baharap jadi tatiharap

Mengharapkan pada seseorang tetapi harapan itu nihil.

- Talalu pilih tapilih bangkung

Terlalu pilih tak tahunya terpilih yang buruk atau rusak.

- Tali salawar tajarat mati

Orang yang kehabisan pikir untuk menyelesaikan pekerjaan, akhirnya mencari jalan lain.

- Tamakan pangalih kawan

Orang yang ikut bagian atau keuntungan padahal dia tidak ikut bekerja.

- Taranjah garubak bagana

Ketidakhati-hatian akhirnya celaka sendiri.

- Tungau di subarang kalihatan gajah di dahi talindung

Hanya melihat keburukan orang lain, keburukan sendiri tidak dilihat.

- Umpat di batang timbul

Tidak ada pendirian. Yang penting asal menguntungkan diri sendiri.

- Upung mamadahi mayang

Orang yang pintar menasihati, padahal dia sendiri penuh kekurangan.

- Wani manimbai wani manajuni

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

- Waja sampai kaputing

Semangat yang besar. Pekerjaaan dari awal sampai akhir penuh semangat.Tidak patah di tengah jalan. Tidak mengenal menyerah. Pantang mundur.

- Warik tajun kakacang

Orang yang baru berada di suatu tempat menjadi ramai atau gaduh.


13 komentar:

expressi mengatakan...

permisi ,,,,

di copy yaaa buat pelajaran,, makasih

Sweet Honesty mengatakan...

bagus bahh!!

Anand Aza Gin mengatakan...

Bujuran bagus banar Pa Ai >>!

Achmad Riyadi mengatakan...

nah, makasih banar nah julak lah,
mundahan jaya haja selalu.. Amien ^^

kayu tangi mengatakan...

umpat betakun....
banjar artinya apa??
dan kenapa dinamakan suku banjar?

seharian mengatakan...

izin copas dingsanak lah

humaini_hd mengatakan...

asa manggatar mambaca ngini nih, makasih bah ilmunya, banyak yang ulun balum tahu pepatah yang pian padahkan, makasih banyak... ulun izin menyerap pribahasa-pribahasanya... hehehe..

jazakumullah

muhammad maulana mengatakan...

mun asli urang banjar banyak sadikitnya harus tau jua pribahasa banjar kaya ulun nih sukur banar nah bisa belajar lewat sini.
makasih bah lah

Budi Est mengatakan...

kalu "awak kaya bilah". artinya apa pak ? (mau bantuin anak jawab pr) :D

M.fadliansyahdodont Tempobjm mengatakan...

Badan kurus kering.

Feni Sucia Ramadhana mengatakan...

Tambahi lagi pa pribahasanya :)

Blog nya Rezky Agatha mengatakan...

"Dalas Ganting Pagat Pang kada"
Tolong apa arti tsb

Blog nya Rezky Agatha mengatakan...

"Dalas Ganting Pagat Pang kada"
Tolong apa arti tsb